Euphoria Nasionalisme : Strategi membangun Kebanggan Bangsa

Nama : Dian Puspa Haruniasari

Kelas : 2ID02

NPM : 32412034

Pesawat CN 295 Ikon Kebanggaan Bangsa

Dalam rangka ikut membangun citra positif dan meningkatkan kerjasama industri pertahanan Indonesia dengan negara tetangga, delegasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan-KKIP) melakukan lawatan Roadshow ke enam negara ASEAN. Negara yang dikunjungi adalah Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Thailand, dan Malaysia. Kunjungan yang dipimpin Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin itu dilakukan selama 10 hari, mulai tanggal 22 sampai 31 Mei 2013.

Pesawat CN-295 adalah jenis pesawat angkut sedang yang merupakan produk kerjasama antara PT Dirgatara Indonesia dan Airbus Military, Spanyol. Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, upaya kunjungan itu dilakukan sebagai salah satu bentuk KOMUNIKASI STRATEGIS dengan tujuan mempererat kerjasama bilateral di bidang pertahanan negara. Selama kunjungan, mereka bakal membicarakan berbagai aspek kerjasama pertahanan secara bilateral, pameran produk Industri Pertahanan dan  Joy Flight (uji terbang) dengan menggunakan pesawat CN-295.

Pesawat CN 295 produk dalam negeri

Pesawat CN 295 adalah pengembangan dari pesawat CN-235 (1983) yang sudah sukses di pasaran. Pesawat CN-295 bisa dimodifikasi baik sebagai  pesawat angkut sedang taktis (medium airlifter) menggunakan FULL GLASS COCKPIT, digital avionic dan kompatibel menggunakan night vision goggles (NVG); CN-295M misalnya merupakan pesawat angkut sedang versi militer mampu membawa sampai dengan total sembilan ton kargo atau kurang lebih 71 personel.

Pesawat ini mampu terbang pada ketinggian 25 ribu kaki dengan kecepatan jelajah maksium 260 Knot (480 Km/Jam) serta pada kecepatan rendah sampai dengan 110 Knots (203 Km/Jam). Pesawat ini menggunakan 2 Mesin Turboprop Pratt & Whitney Canada (PW 127G), pesawat ini mampu lepas landas dan pendaratan pada landasan pendek (STOL/ Short Take Off & Landing) yaitu 670 m.

Pesawat C-295 M telah digunakan oleh TNI AU maupun negara-negara lain seperti Malaysia, Turki, Korea Selatan. Sejak di produksi belum pernah jatuh atau mengalami kecelakaan tragis maupun insiden ringan. Di luar sebab human error, pesawat CN 295 ini dinilai sangat tangguh dan tidak diragukan lagi, lebih baik ketimbang pesawat sejenis buatan Cina, yakni Ma 60. Pesawat ini sudah mendapat sertifikasi dari FAA sementara MA 60 belum. Tapi itulah hebatnya dan tragisnya demokrasi  Indonesia, Merpati malah membeli MA60 buatan China.

“Pesawat CN235-220 misalnya, merupakan pesawat multi missions platfrom, bisa untuk pribadi, maritime patrol, kargo dan lainnya,” demikian Vice President Logistics & Costumer Support Division PT Dirgantara Indonesia, Mula W. Wangsaputra di The 12th Langkawi International Maritime & Aerospace (LIMA ’13) Langkawi, Malaysia, 26/3/2013 yang lalu. Seperti diketahui pesawat CN 235-220 digunakan oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia, Presiden Korea Selatan dan Pakistan. Sayang sekali SBY malah belum pernah memanfaatkannya.

TNI AU sudah memiliki jenis CN 295 serta telah diuji kemampuan lepas landas dan mendarat dilandasan pendek seperti  di landasan Lanud Wiriadinata Bandung; dari panjang landasan 1200 meter, CN 295 hanya butuh 600 meter untuk melaju dan mengangkat badan pesawat ke udara. ”Pesawat ini resmi masuk jajaran AU pada bulan Oktober 2012. Hingga saat ini, dari 9 unit yang dipesat TNI AU dari perusahaan spanyol baru dua yang datang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s